Seharusnya Pilih Barcelona, Joao Felix Keliru Gabung Atletico?

http://arcadiumgames.com/wp-content/uploads/2020/04/joao-feli_384b36e.jpg

BERITA BOLA ONLINE – Joao Felix dinilai salah langkah ketika memilih bergabung dengan Atletico Madrid awal musim ini. Bintang muda Portugal itu seharusnya memilih tim yang memainkan gaya sepak bola lebih ofensif seperti Barcelona.

Pandangan ini disampaikan oleh rekan setim Felix di Timnar Portugal, Joao Mario. Mario memahami tekanan yang dihadapi Felix dengan status salah satu pemain muda terbaik di dunia.

Sejauh ini Felix hanya bisa menorehkan enam gol dan tiga assists untuk Atletico. Tidak buruk untuk musim debut, tapi jelas dia diharapkan bisa memberikan kontribusi lebih baik.

Keraguan terhadap kemampuan Felix mulai menguat, dia dianggap sensasi sesaat. Biar begitu, Mario menjelaskan faktor gaya bermain yang jadi rintangan untuk Felix.

 

Menurut Mario, Felix tidak bisa benar-benar disalahkan atas kesulitannya. Ada beberapa faktor yang dipertimbangkan, salah satunya faktor gaya bermain Atletico.

Menurutnya, Diego Simeone merupakan pelatih yang lebih senang menerapkan taktik defensif. Itulah yang jadi kesulitan Felix, yang dinilai bakal lebih cocok bermain untuk tim yang doyan menguasai bola seperti Barcelona.

“Atletico merupakan salah satu tim yang, jika dilihat dari luar, menunjukkan organisasi sangat bagus. Seakan-akan seperti tim Italia yang bermain di Spanyol,” ujar Mario kepada Berita Bola Online.

“Tentu saja, pindah dari Benfica, yang memainkan 80% permainan mereka dengan gaya menyerang, ke Atletico [dengan gaya jauh berbeda], dan terlebih dengan tekanan besar karena harga, itu tidak mudah baginya untuk beradaptasi.”

Sebab itu, Joao Mario yakin karier Felix seharusnya bisa lebih mulus jika dia memilih Barcelona. Gaya bermain Barca dinilai lebih mudah bagi Felix, yang berkembang bersama Benfica dengan sepak bola menyerang.

BACA JUGA : Alexis Sanchez Disebut Masih Bisa Sukses di MU, Sepakat?

“Sebagai contoh, andai ke Barcelona, tentu tekanannya bakal lebih besar, tapi gaya bermainnya pasti lebih cocok,” lanjut Joao Mario.

“Dalam kasus Joao Felix, wajar bicara soal beban ekspektasi. Jika Anda membeli bocah 19 tahun dengan harga sebesar itu, seharusnya Anda tidak mengharapkan dia jadi jawaban untuk semua masalah,” tutupnya.