Mesut Ozil Dituding Sebagai Akar Masalah Aubameyang di Arsenal, Kok Bisa?

http://arcadiumgames.com/wp-content/uploads/2020/03/mesut-ozil_0d6f30e.jpg

BERITA BOLA ONLINE – Pandit sepak bola Inggris, Paul Merson, mengatakan bahwa Arsenal berada dalam situasi sulit terkait masa depan Pierre-Emeric Aubameyang. Dan, semua masalah berakar dari sosok Mesut Ozil.

Masa depan Aubameyang bersama Arsenal kini tengah diragukan. Sebab, pemain asal Gabon tersebut diyakini tengah menjajaki peluang untuk pindah ke klub lain pada musim depan.

Tentu bukan tanpa alasan Aubameyang disebut ingin pindah dari Arsenal. Alasan pertama adalah gelar juara, sesuatu yang sulit didapat bersama The Gunners. Persoalan kedua adalah finansial.

Aubameyang kini sudah berusia 30 tahun. Kemungkinan besar ini bakal menjadi momen mendapat kontrak besar terakhir kali. Karena itu, beberapa klub mulai menggoda Aubameyang untuk pindah dengan tawaran kontrak besar.

Paul Merson menyalahkan Mesut Ozil atas kekacauan yang terjadi pada masa depan Aubameyang. Sebab, gaji besar yang didapatkan Mesut Ozil pasti membuat banyak klub yang iri dan ingin mendapat perlakuan serupa.

“Kehilangan Aubameyang bakal menjadi bencana besar untuk Arsenal,” buka Paul Merson dikutip dari Berita Bola Online.

“Namun, keputusan ini harus ditimbang dengan baik. Apakah mereka akan memberi gaji 300 ribu pounds per pekan? Saya bisa katakan bahwa mereka akan punya masalah sampai Mesut Ozil pindah klub,” kata Paul Merson.

BACA JUGA : Ronaldo atau Messi? Bagaimana jika Ronaldinho yang Pantas Menyandang Gelar ‘GOAT’

Keputusan Arsenal memberi gaji besar pada Mesut Ozil dianggap kesalahan. Sebab, dia menjadi pengecualian di tengah aturan ketat klub soal gaji pemain. Padahal, ada banyak pemain dengan kontribusi lebih besar dari Mesut Ozil.

“Selama Mezut Ozil masih berada di sana, setiap pemain top lain pasti ingin mendapatkan sepertinya. Ini masalah besar dan bukan hal yang baru,” kata Paul Merson.

Paul Merson menilai Arsenal kini sedang bimbang terkait masa depan Aubameyang. Mereka butuh servis sang bomber yang terbukti menjadi mesin gol. Namun, faktor usia membuat klub London Utara ragu bakal memberi gaji besar untuk Aubameyang.

“Aubameyang hampir berusia 31 dan pada saat dia berusia 34 dia tidak akan menjadi pemain yang sama. Saya tidak peduli siapa Anda, pada usia 34 Anda bukan pemain yang sama.”

“Ada juga bahaya ketika memberinya uang besar, seperti yang mereka lakukan dengan Ozil, dan kemudian setiap pemain lain menginginkan hal yang sama,” tambah sang mantan pemain Arsenal tersebut.