Josep Guardiola Kembali Menyebut Liverpool Sebagai Lawan Terkuatnya

http://arcadiumgames.com/wp-content/uploads/2019/09/kilp_1546749557.jpg

BERITA BOLA ONLINE – Pelatih Manchester City, Josep Guardiola, memendam rasa kagum yang sangat besar terhadap Liverpool. Bahkan pria asal Spanyol tersebut tak sungkan untuk melabeli rivalnya itu sebagai lawan terkuat yang pernah ia hadapi.

Guardiola sedang berupaya untuk mempersembahkan gelar Premier League untuk ketiga kalinya berturut-turut kepada Manchester City. Sekarang mereka sedang berada di posisi dua klasemen sementara dengan koleksi 10 poin.

Namun tidak seperti di musim-musim sebelumnya, perjalanan the Citizens diyakini akan lebih terjal. Pasalnya, dari lima laga yang telah terlewati, mereka sudah mengantongi masing-masing satu kekalahan dan hasil imbang.

Sementara itu, Liverpool yang menduduki posisi puncak tengah berjaya karena mampu meraih lima kemenangan secara beruntun. Klub asuhan Jurgen Klopp tersebut bahkan unggul lima poin dari Manchester City pada saat ini.

Perkembangan Liverpool bisa dikatakan cukup pesat. Dua musim lalu, mereka hanya sanggup finis di peringkat empat. Lalu lompatan besar berhasil mereka lakukan dengan menempel ketat Manchester City dan menjadi runner up musim lalu.

BACA JUGA : Berjodoh dengan AS Roma, Henrikh Mkhitaryan Diminta Tidak Kembali ke Arsenal

Guardiola jadi kagum melihat kiprah Mohamed Salah dkk. Ia bahkan tak sungkan untuk menyebut mereka sebagai lawan terberat. Meskipun, di sepanjang karirnya, ia sudah berhadapan dengan klub raksasa lainnya seperti Real Madrid atau Borussia Dortmund.

“Lawan yang kami miliki, saya sudah mengatakan ini berkali-kali, adalah lawan terkuat yang pernah saya hadapi dalam karir saya sebagai pelatih – Liverpool,” tutur Guardiola seperti yang dikutip dari berita bola online.

“Ini bukan kata-kata yang lemah. Saya mengatakan itu saat mereka sedang berada di depan, saya mengatakannya saat kami berada di depan; saat kami menang dan kalah,” lanjutnya.

Dalam pandangannya, Liverpool adalah klub yang serba bisa. Mereka mampu menerapkan segala bentuk permainan sesuai kebutuhannya. Mulai dari serangan balik, menyerang, ataupun bertahan.

“Mereka benar-benar memiliki segalanya dalam hal permainan posisi, serangan balik, skema bola mati, transisi, menyerang, bertahan, dan mentalitas. Stadion Anfield – banyak hal,” tambahnya.

Guardiola pun merasa peluang untuk Manchester City bisa keluar sebagai juara pada musim ini semakin berat. Apalagi mereka tengah dalam keadaan pincang setelah ditinggal Aymeric Laporte yang mengalami cedera parah.

“Saya tahu betapa sulitnya dulu, betapa sulitnya saat ini, dan betapa sulitnya di masa mendatang. Namun itulah tantangannya. Sama halnya dengan bek tengah. Kami hanya, ‘Oke, mari mencari solusi untuk terus membuat tim stabil dan bagus’,” tandasnya.