Akting Sampai Guling-guling, Neymar Dinilai Memalukan

http://arcadiumgames.com/wp-content/uploads/2018/07/osorio-meksiko-espn_1.jpg

BERITA BOLA ONLINE – Pelatih Timnas Meksiko, Juan Carlos Osorio memberikan kritikan pedas kepada Neymar. Osorio menyebut aksi teatrikal Neymar dalam pertandingan antara Brasil melawan Meksiko sudah keterlaluan.

Pada menit ke-70, saat Brasil sudah unggul 1-0, Neymar sudah sudah terkapar di pinggir lapangan. Miguel Layun mencoba mengambil bola yang ada di antara dua kaki Neymar dan entah sengaja atau tidak, ia menginjak kaki Neymar dan asisten wasit. Reaksi Neymar dinilai sudah kelewat dramatis.

Meksiko sendiri akhirnya harus mengakui keunggulan Brasil dengan skor 0-2. Artinya, mereka kini sudah tersingkir dari Piala Dunia sementara Brasil lolos ke perempat final

Osorio tak mau menutupi kekecewaannya atas sikap Neymar dalam pertandingan itu. Saat mengambil bola, Layun menginjak tanpa menumpu. Bukan cuma kaki Neymar, kaki asisten wasit juga menjadi korban injakan Layun itu.
BACA JUGA ; Bekuk Portugal, Uruguay Lulus Ujian
Tapi Neymar memutuskan untuk berguling-guling, seolah-olah kakinya patah. Tapi begitu wasit melihat tayang ulang dan tak memberikan hukuman kepada Layun, Neymar kemudian langsung bermain kembali tanpa masalah. Osorio sangat kesal melihatnya.

“Kami berhasil memegang kendali permainan. Ini adalah pertandingan sepakbola, Saya rasa sangat memalukan karena kita membuang banyak waktu hanya demi satu pemain saja. Ini adalah olahraganya laki-laki yang dimainkan dengan intensitas tinggi, bukan dengan menjadi badut seperti itu,” keluh Osorio kepada ESPN.

“Penundaan yang disebabkan oleh satu pemain itu sampai empat menit. Itu bisa menjadi contoh buruk bagi anak-anak yang bermain sepakbola.”

Meski sudah dipastikan tersingkir dari Piala Dunia di babak 16 besar lagi, Osorio mengaku cukup puas. Ia melihat timnya sudah bermain dalam level yang tinggi dalam laga melawan Brasil tadi.

Ia berharap timnas Meksiko bisa terus berkembang, menunjukkan kemajuan dalam hal prestasi internasional. Salah satu caranya adalah dengan mengirim para pemain mereka ke klub-klub terbaik Eropa.

“Saya ingin mengatakan sekali lagi bahwa bisa menunjukkan permainan seperti tadi melawan tim sekelas Brasil adalah sebuah tanda bahwa kami juga tim yang bagus. Kami ingin terus berkembang. Kami berharap para pemain kami bisa datang ke Eropa dan bermain bagi tim-tim terbaik di dunia. Dengan begitu, timnas kami juga akan berkembang.”