Malam Ketika Klopp Memainkan Heavy Metal di Anfield

Malam Ketika Klopp Memainkan Heavy Metal di Anfield

Malam Ketika Klopp Memainkan Heavy Metal di Anfield

Agen Bola Casino ,Jakarta – Juergen Klopp memainkan irama musik yang menghentak-hentak heavy metal itu lagi. Kesempatan ini dia jadi konduktor di Anfield saat beberapa pemain Liverpool hadapi bekas klubnya, Borussia Dortmund.

Liverpool telah ketinggalan 0-2 di babak pertama waktu menjamu Dortmund di Anfield, Jumat (15/4/2016) dinihari WIB. Di babak itu, The Reds tidak bikin satupun tembakan on goal. Klopp juga meninggalkan lapangan dengan dahi berkerut-kerut serta kepala yang menunduk.

Tidak berlama-lama pusing dengan posisi ketinggal itu. Dia memakai sebaik-baiknya waktu jeda turun minum itu. Satu mantar diberikan pada anak asuhnya.

Divock Origi yang terbakar paling cepat oleh kalimat-kalimat Klopp. Hanya tiga menit sesudah babak ke-2 dimainkan, Origi sukses menjebol gawang Dortmund. Dia ingat pesan Klopp yang lain waktu jeda kompetisi. ” Klopp katakan supaya kami bikin kompetisi yang dapat diingat anak cucu kami, ” kata Origi.

Pesan itu jadi satu mantar untuk beberapa penggawa Liverpool. Bahkan juga, satu gol lagi dari Dortmund yang diciptakan Marco Reus tidak membuyarkan konsentrasi serta semangat beberapa pemain Liverpool.

Tiga gol berturut-turut diceploskan Philippe Coutinho, Mamadou Sakho dilengkapi gol di injury time oleh Dejan Lovren sudah membalikkan kondisi.

Liverpool meyakinkan tempat di semi final Liga Europa dihadapan beberapa pendukungnya. Di Anfield.

” Petang itu jadi petang yang sangat emosional serta penuh daya. Satu pertunjukan sepakbola heavy metal ala Juergen Klopp, ” catat Nick Ames, komentator di ESPN.

Dalam konferensi pers, Klopp memaparkan rahasia pada anak asuhnya. ‘Hanya’ satu kalimat sakti dituturkan waktu turun minum.

” Saya katakan pada beberapa pemain waktu turun minum mengenai sebagian pemain Liverpool yang terlebih dulu yang pernah ketinggalan 0-3 di satu final serta memenangi Liga Champions, ” ungkap Klopp. Ya, dia mengumbar narasi Liverpool di final Liga Champions waktu melawan AC Milan di th. 2005. Saat itu, Liverpool ketinggalan 0-3 dari Milan namun lalu sukses menyamai score serta pada akhirnya jadi juara melalui adu penalti.

Baca Juga : Dukungan Fans Bikin Madrid Tak Bisa Berhenti Berlari

Pesan itu sukses bikin Liverpool tingkatkan tensi permainan mereka. Dari tanpa ada tembakan yang pas tujuan di babak pertama, mereka bikin empat yang on gola di babak ke-2 dengan keseluruhan 21 percobaan. Persentase ball possession juga bertambah jadi 58%.

Permainan ala Klopp itu hingga bikin pelatih Dortmund Thomas Tuchel tidak dapat menerangkan kekalahannya.

” Bila Anda menuntut penjelasan, saya mungkin saja bakal mengecewakan Anda. Penjelasan harusnya menyangkut beberapa hal yang logis serta berkaitan taktik. Namun tidak satupun dapat menerangkannya, ” papar Tuchel.