Ini Penjelasan Tim Transisi masalah Match Fee serta Honor Wasit Piala Kemerdekaan

Ini Penjelasan Tim Transisi masalah Match Fee serta Honor Wasit Piala Kemerdekaan

Ini Penjelasan Tim Transisi masalah Match Fee serta Honor Wasit Piala Kemerdekaan

Agen Poker Online, Jakarta – Tim Transisi menyatakan bakal selekasnya lakukan pelajari berkenaan penyelenggaraan Piala Kemerdekaan. Masalah tata kelola sepakbola nasional, Tim Transisi menyebutkan seluruhnya perlu sistem.

Perhelatan Piala Kemerdekaan, meninggalkan beberapa permasalahan. Sebagian club peserta mengakui belum memperoleh match fee sampai sekarang ini. Bahkan juga di ketahui, wasit juga belum terima honor mulai sejak memimpin kompetisi Piala Kemerdekaan.

Anggota Tim Transisi, Cheppy T Wartono, menyatakan bahwa masalah match fee yaitu tanggung jawab dari EO (Moment Organizer) dalam hal semacam ini PT Cataluna Sportindo. EO beralasan dana dari sponsor memanglah belum cair.

Berkenaan wasit, Cheppy menyebutkan telah lakukan pembayaran pada asosiasi wasit untuk diberikan segera pada wasit-wasit itu.

” Saya memanglah bisa laporan bila ada tunggakan match fee. Namun itu tanggung jawab EO bukanlah, Tim Transisi. EO katakan, dana dari sponsor belum cair. Ya, kami dapat apa bila telah demikian. Bila wasit, telah dibayar ke asosiasi wasit, ” tutur Cheppy saat dihubungi, Selasa (15/9).

Menurut Cheppy permasalahan duit match fee seutuhnya ditata oleh EO. Dia menyebutkan dana sponsor memanglah tak dapat segera cair lantaran memerlukan sistem.

” EO katakan, belum terima dana sponsor lantaran dananya belum cair. Ada mekanisme yang perlu digerakkan, teknisnya juga. Jadi seluruhnya bertahap, tak dapat segera. ”

Baca Juga : Atletico Tatap Pertandingan Berat Lawan Barca dengan Sangatlah Percaya diri

Peristiwa ini bikin Tim Transisi disorot, terlebih lantaran tim bentukan Kementerian Pemuda serta Berolahraga itu di beri misi melakukan perbaikan tata kelola sepakbola nasional. Namun Cheppy menyatakan seluruhnya nyatanya perlu sistem.

” Ya, bagaimana lagi. Nyatanya seluruhnya perlu sistem untuk menuju perbaikan tata kelola sepakbola Indonesia, ” kata Cheppy mengakhiri.